Kata Romo Waskit dalam khotbah hari Minggu,
Seseorang telah menunjukkan kasih yang sempurna
Karena rela memberikan nyawanya demi sahabatnya
Aku berkernyit
Apa iya harus nyawa?
Apa iya bisa rela?
Lalu dijalan awan mendung
Hujan nampak di ujung
Mengejar ibu tua dengan bocah di punggung
Lari timpang tak bertudung
Aku genggam payung hitam dalam capit
Tak takut basah, tak takut sakit
Lalu ibu berteduh di gang sempit
Tiba-tiba aku ditampar khotbah Romo Waskit
"Duh Mo, sakit! Hatiku yang sakit.
Tidak sampai hati aku melihat mereka menggigil"
"Bu, ayo dengan saya" kata-kata tak sengaja
Keluar setelah Romo muncul dikepala
"Ayo berteduh dulu di warung bakso" kata-kata sengaja
Keluar setelah Romo muncul lagi dikepala
Kita bicara, bercerita
Ibu dan anaknya bahagia
Sudah lama tidak makan bakso -katanya
"Oalah Mo!" batinku,
Kukira aku harus membunuh diriku untuk jadi Sahabat
Ternyata cuma perlu membunuh ketidakpedulianku
Dan memberikan nyawa(ng)ku
Agar mau mengerti sekitar
PS: nyawang = memandang (memberikan pandanganku)
Comments
Post a Comment