Engkau ada di segala penjuru
Ya Tuhanku
Engkau mengenal seluruhnya tentangku
Sejak merangkak hingga tertatih langkah
Kaulah batu penjuru, penjamin arah
Kulapisi wajahku dengan dosa
Tak ada habis-habisnya aku bersia-sia
Namun Kau tetap penuh kasih setia
Meluluhkannya dalam cahaya
Aku,
Seseorang yang lahir dari debu
Tidak pernah tahu kapan akan bertemu
Tidak tahu kapan mampu memandang-Mu
Aku,
Seorang anak dari Empunya segalanya
Menuliskan puisi ini untuk pertama kalinya
Berada dalam debar dan kekaguman akan Surga
Comments
Post a Comment