Skip to main content

TEMAN PERJALANAN

Kalau batu kerikil tak menjatuhkanku
Maka pasir akan melakukannya
Karena tidak perlu gunung memuntahkan lahar
Untuk bisa meratakan hati yang bergelombang

Seumur hidupku aku pun mencari
Sahabat untuk dapat berbagi resah
Saudara untuk mendekap separuh susah
Tapi dalam gemerlap kemewahan tak kunjung kutemui

Sepatuku mulai koyak
Aku tak punya tempat berteduh
Manis-manis janji seakan menjadi lampu yang padam
Tak kutemukan jati diri

Disitu aku mencoba sejenak duduk
Mengusap aliran dari mata selagi menunduk
Kemana kiranya aku lagi harus berjalan
Apa memang aku tak bisa berkawan?

Lalu kutemuinya di sudut bangku
Awalnya tak ada aku mau
Namun kebaikannya menarikku
Dan aku berharap dia kawan akrabku

Kita berjalan menjalani waktu
Menyebarkan harapan pada langit kelabu
Menolong sesama yang lelah dengan hidupnya
Membangun kebaikan bagi satu dengan yang lainnya

Perlahan mata angin mengarahkan petualangan
Membuatku melangkah lebih jauh dalam kekuatan
Dan tak kusangka aku mensyukurinya dalam setiap doa
Kehadirannya menyempurnakan setiap cinta

Suatu saat kusimpuhkan lutut dan merebahkan diri
Merenungi ketidakpantasan untuk mendapatkan rezeki yang luar biasa ini
Menemukan teman perjalanan sepanjang hidup
Yang sebenarnya adalah Ia yang hadir dalam rupa seorang manusia
Juga hinggap di hati setiap manusia

Aku akan selalu bersyukur setiap kali melihatNya
Dan akan selalu bersukacita karena Ia hadir dalam setiap suasana
Sembari melanjutkan perjalanan di dunia hingga hidup abadi bersamaNya

Comments

Popular posts from this blog

ANDAI MANUSIA DAPAT MELIHAT

Apa jadinya, Tuhan? Andai manusia dapat meraba, Bahwa tubuhnya adalah serat-serat berpilin, Yang Kau hias serupa surga, Hingga mereka lebih memilih melukainya karena kecewa. Apa jadinya, Tuhan? Andai manusia dapat menghitung, Bahwa jiwanya tidak dibeli dengan hasil kerjanya, Melainkan Kau berikan cuma-cuma, Hingga mereka lebih memilih menentukan kapan waktu mengembalikannya. Apa jadinya, Tuhan? Andai manusia dapat melihat, Bahwa segala luka dan derita yang mereka genggam di dunia, Adalah caraMu mengosongkan kantong mereka, Untuk dapat menerima harta di kehidupan selanjutnya. Dan apa jadinya, Tuhan? Andai manusia dapat berdoa, Agar mereka mampu menemukanMu, Ditengah-tengah runtuhan hati mereka yang menjadi puing, Dan mendapatiMu mengumpulkan setiap bongkahan dan memeluknya sambil menangis. ... Setelah menulis ini aku berfikir kembali, Jangan-jangan selama ini aku tidak pernah meraba, menghitung, melihat dan berdoa, Jangan-jangan semua yang kulakukan hanyalah sebatas pengulangan dari apa...

PERBINCANGAN DENGAN YESUS MENUJU GOLGOTA

 " Too often, we get discouraged by our brokenness, our weakness, our sinfulness, As opposed to realizing, this is the process, this is how it goes,  that I realize a new depth, so that Lord mercy and grace, can reach a new depth ." "God, I experience a new wound in my heart, Why? So that God's grace and mercy, can enter into that new wound in my heart " - Father Mike Schmitz, Ascension Presents Pagi ini, di sudut kota yang jauh dari keramaian, telah kupijakkan kakiku 7 bulan lamanya jika tidak salah kuhitung, melihat matahari terbenam pukul setengah 9 malam Melihat matahari terbit pukul setengah 9 pagi Tapi hari ini, musim sedang menumbuhkan pohon warna-warni, Dan semilir angin membuka pintu memasuki minggu suci, yang selalu aku nanti. Pagi ini, aku berlutut, menghadapi 14 perhentian jalan salib, Dan merenungkan jalan salibku sendiri. Bertahun-tahun lamanya, entah mengapa aku selalu merasa kalah, Aku selalu takut untuk bahagia, karena tertimbun beribu luka Mere...

AKU (INGIN) BISA MENYELAMATKANMU

Egois, Terdengar sangat egois. Ketika kita ingin menjadi pahlawan bagi orang lain. Meskipun hati kita terasa benar, meskipun arahnya adalah untuk kebaikan seseorang. Tapi ingin menjadi seseorang dengan peran yang tidak sejatinya diberikan pada kita, hanya akan menimbulkan beban hati. Juga tinggi hati. Aku melihat mereka yang belum mengingat Tuhan, dan lupa bahwa aku pun karakter antagonis yang sama, yang berupaya untuk menyelematkan mereka, dengan mencoba memasukkan Tuhan dalam sisip-sisip pikiran mereka yang bercelah. Lalu aku memandang WajahNya, dibawah lilin menyala seusai mendengar FirmanNya. Katanya, " Keselamatan adalah tanggung jawab masing-masing orang. Kamu bisa membantunya, mendorongnya, tapi jika dia sendiri yang tidak menginginkannya, maka hanya doa yang bisa menjangkaunya." Aku menuliskan ini tidak untuk seorang dua orang, semua, yang selalu aku pedulikan hidupnya. Tapi rupanya, memaksakan Tuhan dan segala ajaranNya didalam diri mereka hanya akan mengundang lara....