Skip to main content

MENDEKAT, MENDEKAP

Teduhnya hati dikala,
Memanjatkan doa dalam tenangnya malam tiba,
Bicara pada Ibu dan Bunda,
Meski kadang aku ragu mengatakannya.

Ibuku, ia, didunia,
Aku yang kadang tak sampai hati berkata-kata,
Karena takut melukainya dengan perasaan tanya,
Akhirnya melarikan diri pada derai air mata.

Bunda Maria, ia,
Ibu kita dan gereja,
Ibu yang tersuci sepanjang masa,
Mendengarkan kita tanpa bersuara.

Kudengar Beato muda dekat dengannya,
Aku pun mengajarkan hatiku melakukannya,
Tidak mudah, perjalanan, tapi kemarin,
Aku merasakan kasihnya.

Ia selalu ada bagi kita,
Sama seperti ibu kita didunia,
Ia juga berbicara pada kita,
Namun, hati yang paling dalam yang bisa mendengarkannya.

Kita harus percaya,
Dan mau belajar meneladaninya,
Bahwa kita akan dihantarnya dengan doa,
Bersatu dengan Putra-Nya, dan ia, dan semua para kudus,
Kelak pada akhirnya.


Comments

Popular posts from this blog

ANDAI MANUSIA DAPAT MELIHAT

Apa jadinya, Tuhan? Andai manusia dapat meraba, Bahwa tubuhnya adalah serat-serat berpilin, Yang Kau hias serupa surga, Hingga mereka lebih memilih melukainya karena kecewa. Apa jadinya, Tuhan? Andai manusia dapat menghitung, Bahwa jiwanya tidak dibeli dengan hasil kerjanya, Melainkan Kau berikan cuma-cuma, Hingga mereka lebih memilih menentukan kapan waktu mengembalikannya. Apa jadinya, Tuhan? Andai manusia dapat melihat, Bahwa segala luka dan derita yang mereka genggam di dunia, Adalah caraMu mengosongkan kantong mereka, Untuk dapat menerima harta di kehidupan selanjutnya. Dan apa jadinya, Tuhan? Andai manusia dapat berdoa, Agar mereka mampu menemukanMu, Ditengah-tengah runtuhan hati mereka yang menjadi puing, Dan mendapatiMu mengumpulkan setiap bongkahan dan memeluknya sambil menangis. ... Setelah menulis ini aku berfikir kembali, Jangan-jangan selama ini aku tidak pernah meraba, menghitung, melihat dan berdoa, Jangan-jangan semua yang kulakukan hanyalah sebatas pengulangan dari apa...

PERBINCANGAN DENGAN YESUS MENUJU GOLGOTA

 " Too often, we get discouraged by our brokenness, our weakness, our sinfulness, As opposed to realizing, this is the process, this is how it goes,  that I realize a new depth, so that Lord mercy and grace, can reach a new depth ." "God, I experience a new wound in my heart, Why? So that God's grace and mercy, can enter into that new wound in my heart " - Father Mike Schmitz, Ascension Presents Pagi ini, di sudut kota yang jauh dari keramaian, telah kupijakkan kakiku 7 bulan lamanya jika tidak salah kuhitung, melihat matahari terbenam pukul setengah 9 malam Melihat matahari terbit pukul setengah 9 pagi Tapi hari ini, musim sedang menumbuhkan pohon warna-warni, Dan semilir angin membuka pintu memasuki minggu suci, yang selalu aku nanti. Pagi ini, aku berlutut, menghadapi 14 perhentian jalan salib, Dan merenungkan jalan salibku sendiri. Bertahun-tahun lamanya, entah mengapa aku selalu merasa kalah, Aku selalu takut untuk bahagia, karena tertimbun beribu luka Mere...

AKU (INGIN) BISA MENYELAMATKANMU

Egois, Terdengar sangat egois. Ketika kita ingin menjadi pahlawan bagi orang lain. Meskipun hati kita terasa benar, meskipun arahnya adalah untuk kebaikan seseorang. Tapi ingin menjadi seseorang dengan peran yang tidak sejatinya diberikan pada kita, hanya akan menimbulkan beban hati. Juga tinggi hati. Aku melihat mereka yang belum mengingat Tuhan, dan lupa bahwa aku pun karakter antagonis yang sama, yang berupaya untuk menyelematkan mereka, dengan mencoba memasukkan Tuhan dalam sisip-sisip pikiran mereka yang bercelah. Lalu aku memandang WajahNya, dibawah lilin menyala seusai mendengar FirmanNya. Katanya, " Keselamatan adalah tanggung jawab masing-masing orang. Kamu bisa membantunya, mendorongnya, tapi jika dia sendiri yang tidak menginginkannya, maka hanya doa yang bisa menjangkaunya." Aku menuliskan ini tidak untuk seorang dua orang, semua, yang selalu aku pedulikan hidupnya. Tapi rupanya, memaksakan Tuhan dan segala ajaranNya didalam diri mereka hanya akan mengundang lara....